Apa itu Botulisme


 

baby-bee

 

Botulisme

Botulisme, yaitu penyakit yang mengakibatkan gangguan pada otot, sistem pernafasan dan pencernaan, yang diakibatkan oleh senyawa botulinum yang diproduksi oleh Clostridium botulinum. Meskipun relatif jarang terjadi, penderita botulisme bisa berujung kepada kematian jika tidak ditangani dengan segera.

Gejala-gejala umum botulisme diantaranya adalah,

Mengalami kesulitan dalam berbicara dan menelan makanan. Mulut kering.Terasa lemas di bagian wajah. Pandangan kabur atau membayangKelopak mata jatuh/turunSulit bernafasMual, muntah, kram pada bagian perutMengalami kejang otot (paralysis).

Apabila menemukan gejala-gejala di atas, sebaiknya langsung di bawa ke dokter sesegera mungkin.

Berdasarkan sumbernya, botulisme terdiri dari tiga jenis yaitu Botulisme Bayi, Botulisme Keracunan Makanan (food borne) dan Botulisme Luka.

Botulisme bayi terjadi karena perkembangbiakan C. botulinum di dalam sistem pencernaan yang berasal dari makanan atau minuman yang mengandung spora C. botulinum. Ciri bayi yang menderita botulisme yaitu konstipasi (sembelit), lemas, tidak bisa menghisap atau menelan makanan.

Botulisme keracunan makanan terjadi karena mengkonsumsi makanan yang mengandung botulin, yaitu senyawa toksik yang dihasilkan oleh C. botulinum. Biasanya jenis ini diakibatkan oleh mengkonsumsi makanan kaleng yang terkontaminasi atau sudah expired.

Botulisme luka yaitu botulisme yang terjadi karena jaringan yang luka terinfeksi C. botulinum.

Botulinum

Botulinum, disingkat BTX atau BoNT, adalah senyawa kimia yang bersifat racun, diproduksi oleh bakteri C. botulinum.

BTX terdiri dari tujuh jenis yaitu tipe A, B, C [C1, C2], D, E, F, dan G. Tipe A, B dan E adalah BTX yang menyebabkan botulisme pada manusia, sedangkan tipe C dan D bersifat racun pada hewan.

Clostridium botulinum

C. botulinum adalah bakteri anaerob (hidup dalam lingkungan tanpa oksigen atau udara) dan membentuk spora. Berbeda dengan jamur, spora pada bakteri berfungsi sebagai mekanisme bertahan hidup.

Ada ratusan jenis (strain) Clostridium, sebagian besar diantaranya tidak membahayakan kesehatan. C. botulinum adalah bakteri yang paling terkenal penyebab keracunan makanan.

Bakteri ini secara alami berada di tanah, saluran limbah dan di sedimen lautan.

Mencegah Terjadinya Botulisme

Berikut ini adalah tindakan pencegahan yang sebaiknya diperhatikan secara serius. Secara ringkas, higienitas adalah kunci pencegahannya.

Mencegah Botulisme Bayi

Dari hasil penelitian, tanah dan madu dapat menjadi  sumber kontaminan, oleh karena itu sebaiknya madu disarankan diberikan pada bayi berusia diatas satu tahun.
Namun di indonesia, belum tercatat botulisme bayi akibat madu.

Botulisme bayi yang pernah terjadi di indonesia adalah karena kontaminasi pada suatu merek susu formila. Sebab itu, apabila memberikan susu formula, perhatikan tata cara perlakuan sebelum dikonsumsi bayi. Diantaranya merebus botol susu, menutup segera bungkus susu yang tersisa dan menyimpannya di tempat yang aman dan bersih.

Sumber: kompasiana- rahmad agus k.-

Bermanfaat? Share kebaikan yuk..

  • Facebook
  • Twitter
  • Delicious
  • LinkedIn
  • StumbleUpon
  • Add to favorites
  • Email
  • RSS