Blog

Bolehkah Madu untuk Diabetes Melitus Tipe 2 ?

January 22, 2020
/
ARTIKEL sarangmadumurni

Sekitar 85% orang yang mengidap diabetes memiliki diabetes Tipe II atau diabetes yang tidak bergantung pada insulin. Tubuh mereka memproduksi sejumlah insulin, tetapi itu tidak mencukupi. Umumnya mulai muncul di usia 40 tahun ke atas. Sudah terdogma (mitos) di masyarakat kita, gula dan segala yang manis – manis musuh bagi penderita diabetes. Nah, bagaimana ya dengan madu? Apakah “musuh” bagi pengidap diabetes? Bolehkah minum Madu? Berikut ulasannya ya..

Ternyata konsumsi madu dengan dosis tertentu aman bagi penderita diabetes lho.. Penelitian yang dilakukan oleh Widyawati, Jafar, Citra (2013), Fakultas Kesehatan Universitas Hasanudin, Makassar, membuktikan Konsumsi madu sebanyak 70gr/hari selama 30 hari aman bagi pasien diabetes mellitus tipe 2 yang sedang terapi obat hipoglikemik oral (metformin atau glibenklamid). Hasil penelitian dari keseluruhan responden, madu asli tidak meningkatkan gula darah puasa.

Madu berfungsi untuk membantu kinerja obat. Efek hipoglikemik (pengontrol kadar glukosa) dari madu bisa diberikan di berikan oleh fruktosa. Fruktosa tidak meningkatkan glukosa plasma dan metabolismenya tidak membutuhkan insulin. Konsumsi fruktosa dalam jumlah sedikit mempunyai efek positif yaitu menurunkan glukosa darah melalui peningkatan uptake glukosa oleh hepar, stimulasi enzim heksokinase serta peningkatan konsentrasi insulin.

Tidak hanya itu, ternyata madu dengan takaran tertentu membantu menjaga kestabilan tekanan darah pengidap diabetes melitus tipe 2. Hal ini dibuktikan dalam penelitian Rahma dan Bahar (2013), Pasca sarjana Fakultas Kesehatan Universitas Hasanudin, Makassar. Hasil penelitian menunjukkan terjadi perbedaan tekanan darah antara penderita diabetes yang tidak mengkonsumsi madu dengan yang mengkonsumsi madu (70gram/hari selama 30 hari).  Tekanan darah yang mengkonsumsi madu cenderung ke arah normal dan stabil.

Salah satu zat dalam madu yakni flavonoid, bermanfaat pada diabetes mellitus karena kemampuannya untuk menghindari absorpsi glukosa atau memperbaiki toleransi glukosa. Lebih lanjut flavonoid menstimulasi pengambilan glukosa pada jaringan perifer, mengatur aktivitas dan ekspresi enzim yang terlibat dalam jalur metabolism karbohidrat dan bertindak menyerupai insulin, dengan mempengaruhi mekanisme insulin signaling. Efek anti oksidan madu menjadikannya sangat bermanfaat dalam manajemen diabetes mellitus.

Jadi, mitos kalau diabetes gak boleh minum madu itu keliru yaaaa.. Boleh kok diabetes melitus tipe2 konsumsi madu, tapi maksimal amannya 70 gram per hari ya atau setara 2 sendok makan per hari. eitsss tapiii jangan sampai yang lain – lain ga dijaga, tetep meski minum madu, asupan gizi dan aktifitas fisiknya juga harus dikontrol In sya Allah sehat dan bugar kembali ya ..

oiya yang paling penting dan utama aalah Madu yang diminum harus madu murni ya.. jangan sampai madu palsu atau minuman yang campuran madunya cuma sedikit…


Salam sehat!
Semangat !!