Blog

Kok Madu bisa berGas dan berbuih?

March 18, 2020
/
ARTIKEL sarangmadumurni

Jika kamu pernah membuka tutup botol madu dan tiba- tiba meletup, dan madunya sperti mengelurkan busa di awal, maka itu adalah ciri khas dari madu murni (raw honey) yang memang tidak melalui proses pasteurisasi setelah dipanen. Berbeda dengan madu yang sudah mengalami proses penyaringan atau pasteurisasi, di mana tidak akan mengeluarkan gas.

Kenapa ya madu bisa mengeluarkan gas?

Hal ini karena madu tersebut masih memiliki kandungan enzim diastase. Nah, enzim inilah yang membuat madu dapat mengeluarkan gas dan busa. Enzim diastase merupakan enzim yang ditambahkan lebah pada saat pematangan madu.

Enzim ini hanya terdapat pada madu yang baru dipanen atau madu yang tanpa pengolahan (raw honey). Aktivitas enzim diastase dapat dijadikan indikator perlakuan panas pada madu. Enzim merupakan protein, dan hanya aktif pada keadaan tertentu.

Enzim diastase dalam madu akan bekerja lebih aktif jika madu berada dalam suhu di atas 29 derajat celcius atau lebih, kadar air di atas 22 persen dan madu mengalami guncangan misalnya ketika proses pendistribusian.
Pemanasan pada suhu diatas 40 derajat celcius menyebabkan aktifitas enzim diastase menurun, bahkan pada suhu tinggi enzim tersebut menjadi tidak aktif.

Secara keseluruhan, madu memiliki macam – macam enzim. Ada enzim amilase, glukooksidase, diastase dan enzim- enzim proteolitik lainnya. Semua enzim ini berasal dari nektar, serbuk sari dan sekresi saliva lebah, akan tetapi dengan semakin lama penyimpanan, enzim tersebut akan menjadi tidak aktif.

Dari segi khasiat, madu murni yang mengeluarkan gas berarti masih memiliki kandungan enzim dan vitamin yang baik untuk tubuh.

Jadi isu jika madu yang mengeluarkan gas dan buih adalah madu yang kualitasnya jelek, itu adalah kesalahan besar. Justru madu yang seperti itu adalah madu yang masih memiliki kualitas baik. Karena Indonesia sendiri termasuk negara yang memiliki kelembaban udara yang cukup tinggi (80 RM). Sehingga wajar jika madu-madu yang ada di Indonesia itu mengeluarkan gas dan buih.

Namun perlu diketahui, Jika madu murni sangat encer, maka selama penyimpanan bisa terjadi fermentasi lanjutan yang menghasilkan alkohol, ditandai dengan rasa kecut asam yang berlebih. Dengan demikian madu sudah tidak baik untuk diminum. Idealnya madu dipanen saat sudah matang. Indikasinya adalah sel madu sudah tertutup lilin lebah. Madu yang matang memiliki kadar air sekitar 20-22%. Kekentalan ini cukup ideal untuk penyimpanan. Sarang madu murni berusaha menjaga kualitas dan kemurnian madu dengan menjaga waktu panen dan memanen sarang lebah yang sudah matang.

Nah sekarang udah ga khawatir lagi ya kenapa madu bisa bergas, dan juga madu tersebut aman kok untuk dikonsumsi karena membuktikan madu tersebut raw honey (madu murni) .
yuk, semangat sehat dengan sarangmadumurni