Blog

Manfaat Madu untuk Ibu Nifas dan Menyusui

March 18, 2020
/
ARTIKEL sarangmadumurni




Setelah Melahirkan, tentu seorang ibu tidak berhenti perjuangannya. Yap, masih ada Masa Menyusui yang perlu juga diperhatikan karena masa ini juga penting untuk pertumbuhan sang buah hati tercinta. Tentu saja ibu menyusui perlu ekstra asupan lebih, agar menunjang produksi ASI dan juga kekuatan stamina diri sang ibu. Madu ternyata sangat cocok sebagai suplemen tambahan yang dapat rutin dikonsumsi dan tidak hanya baik untuk sang ibu, namun juga ada manfaatnya untuk sang bayi lho ^^

Seperti yang kita ketahui dari artikel sebelumnya, madu mengandung banyak sekali vitamin dan mineral, yang ternyata juga sangat diperlukan bagi ibu dan bayinya. Madu mengandung vitamin B, asam folat, zat besi, juga magnesium yang sangat dibutuhkan pada masa kehamilan dan menyusui.

Ada pula senyawa-senyawa seperti chrysin, pinobanksin, pinocembrin, katalase, juga vitamin C yang tergolong senyawa antioksidan. Senyawa antioksidan adalah senyawa yang mampu memutus mata rantai radikal bebas dalam tubuh kita. Radikal bebas merupakan senyawa berbahaya yang memicu timbulnya berbagai penyakit dalam tubuh. Oleh karena itu, adanya antioksidan mampu mencegah timbulnya berbagai penyakit, termasuk kanker. Selain pada madu, antioksidan dapat ditemui pada buah-buahan seperti apel, tomat dan jeruk.

Ini nih manfaat madu untuk ibu setelah melahirkan (Nifas) dan menyusui:

Periode kehamilan adalah periode emas dalam pembentukan organ pada janin. Pada periode ini, segala perilaku dan nutrisi seorang ibu sudah semestinya dijaga sebaik mungkin. Akan tetapi, perjuangan tak berakhir hanya sampai di sana. Setelah proses kelahiran, seorang ibu dihadapkan pada tanggung jawab yang lebih nyata terhadap bayinya. Seperti yang kita ketahui, periode emas adalah masa-masa terbaik untuk memberi nutrisi dan intervensi dini bagi perkembangan buah hati. Periode emas ini berlangsung sebanyak dua kali, periode emas pertama (0 s.d. 3 tahun) dan periode emas kedua (3 s.d. 5 tahun). Salah satu cara untuk memberi nutrisi terbaik adalah dengan memberi ASI eksklusif selama 6 bulan dan dilanjutkan hingga anak berusia 2 tahun.

Lalu apa yang dapat dilakukan seorang ibu pada periode menyusui tersebut? Nah, di bawah ini adalah peran penting madu dalam membantu ibu nifas dan menyusui:

  1. Memulihkan Rahim

Setelah melalui serangkaian proses kehamilan dan persalinan, kondisi rahim seorang perempuan membutuhkan waktu untuk bisa kembali ke kondisi semula. Meski dalam tubuh setiap ibu yang menyusui juga telah diproduksi hormone oksitosin (berperan dalam kontraksi) untuk mengembalikan bentuk rahim, tapi tak ada salahnya pula bila Anda menggunakan madu untuk mempercepat proses tersebut.

Menurut sebuah penelitian di Jepang, kandungan vitamin dan antibiotik dalam madu mampu mempercepat proses pembersihan dan pemulihan rahim. Di Indonesia sendiri, sudah banyak ibu nifas yang menggunakan ramuan ini.

  1. Antibodi Ibu dan Bayi

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya, madu mengandung banyak senyawa antioksidan dan antibiotik (antibakteria). Kandungan tersebut berperan dalam memperkuat daya tahan tubuh baik ibu sebagai konsumsi utama, maupun bayi sebagai konsumsi kedua. Namun, antibiotic tidak baik bila dikonsumsi saat hamil.

Kandungan antibiotik juga dapat menurunkan angka kejadian infeksi pada ibu yang baru saja melahirkan, terutama bagi ibu yang melahirkan melalui operasi caesar. Apabila Anda melahirkan di rumah sakit umum, perlu pula diwaspadai terjadinya infeksi nosocomial (infeksi yang didapatkan setelah berada di rumah sakit) karena memang rumah sakit adalah tempat bertemunya berbagai macam bakteri. Oleh karena itu, tak ada salahnya lebih berhati-hati dalam melindungi diri sendiri dan bayi.

  1. Memperlancar Produksi Air Susu Ibu (ASI)

ASI merupakan nutrisi pertama dan terbaik yang dibutuhkan oleh bayi. Tak peduli sehebat apa pun susu formula zaman sekarang, ASI adalah yang terbaik. ASI yang keluar di saat-saat pertama setelah persalinan disebut sebagai kolostrum dan itu merupakan ASI yang terbaik bagi daya tahan tubuh bayi.

Akan tetapi, kendalanya adalah seringkali ASI tidak keluar atau hanya keluar sedikit. Kendala ini terutama dijumpai pada ibu dengan persalinan pertama atau dengan persalinan cesar. Nah, meminum madu dapat memperlancar produksi ASI. Selain madu ada pula beberapa makanan untuk meningkatkan produksi ASI

Perlu diketahui, seorang ibu membutuhkan setidaknya kalori sebanyak 500 kkal untuk memproduksi sekitar 500 ml sampai 800 ml setiap hari. Sementara itu, madu mengandung 294 kkal setiap 100 gram. Hal ini tentu sangat membantu kebutuhan asupan kalori ibu menyusui dan juga berakibat lancarnya produksi ASI.

  1. Menambah Stamina

Kandungan kalori yang cukup tinggi pada madu juga mampu menambah stamina ibu secara signifikan. Apalagi bagi ibu yang menyusui, yang membutuhkan stamina berkali-kali lipaat untuk menyusui dan merawat bayinya. Untuk seorang wanita karier, penggunaan madu juga akan sangat bermanfaat.

  1. Membantu Pencernaan Ibu dan Bayi

Madu memiliki kandungan fruktosa yang lebih tinggi daripada glukosa, yang menyebabkannya relatif mudah dicerna tubuh. Tak hanya itu, madu juga mengandung serat yang cukup. Serat adalah zat yang paling mudah dicerna oleh tubuh. Dengan sering memakan makanan tinggi serat, pencernaan tidak akan bekerja terlalu susah untuk mencerna makanan. Apabila pencernaan berlangsung dengan baik, itu juga akan membentuk postur tubuh yang baik pula bagi seorang ibu.

6  Mengatasi Luka / infeksi pasca melahirkan Caesar

Penelitian di rumah sakit Hampshire, Inggris baru-baru ini mengungkap luka, bisul dan MRSA bisa disembuhkan dalam beberapa hari berkat madu. Sementara untuk perempuan, Madu juga terbukti dapat mengatasi infeksi setelah melahirkan melalui operasi caesar.

Dr Matius Dryden, mikrobiolog konsultan di Hampshire Hospitals NHS Foundation Trust, mengatakan, penelitian ini sangat berguna, terutama dalam revolusi perawatan luka. Madu telah digunakan untuk kekuatan penyembuhan selama ribuan tahun, meskipun dalam dunia medis modern, dokter sering lebih menyarankan penisilin dan antibiotik.
“Saya telah melakukan banyak tes laboratorium dan dibandingkan dengan madu dari seluruh dunia. Dimana madu mengobati setiap jenis kuman dan bekteri. Jadi untuk tahun lalu saya telah menggunakannya pada pasien dan hasilnya telah menakjubkan,” jelas Dr Dryden.

 

 

Cara Konsumsi Madu

Cara pengunaan madu cukup sederhana, tak ada aturan absolut untuk itu, cukup takaran yang sewajarnya. Biasanya, seorang ibu cukup mengonsumsi 6 sendok makan madu setiap hari. Madu dapat dicampur ke dalam air, susu, atau minuman dan makanan lainnya.

Nah, demikian informasi yang dapat di berikan seputar khasiat madu bagi ibu menyusui. Semoga para ibu dapat mempraktikkannya di rumah dan mendapatkan hasil semaksimal mungkin. Selamat berjuang untuk buah hati tercinta

Jangan Lupa, pastikan madu yang dikonsumsi adalah madu murni yang baik kualitasnya ^^

Salam cinta dari sarangmadumurni

 

sumber referensi: berbagai sumber dan hamil.co.id